Pulau Breueh Hidden Paradise Di Aceh Besar

View dalam perjalanan ke Pulau Breueh

Pulau Breueh yang terletak dikoordinat 5°42′0″LU,95°4′0″BT, merupakan salah satu pulau yang ada di Kecamatan Pulau Aceh Kabupaten Aceh Besar. Pulau Aceh memiliki 10 Pulau, namun hanya tiga pulau saja yang ada ada penghuninya, yaitu Pulau Nasi, Pulau Teunom dan Pulau Breueh. Ibukota Kecamatan Pulau Aceh ada di Gampong Lampunyang yang ada di Pulau Breueh. Pulau Aceh memiliki luas 9,056 Ha dengan jumlah gampong 17 gampong yang termasuk kedalam tiga kemukiman. 

Satu kemukiman terdapat di Pulau Nasi yaitu Mukim Pulau Nasi dan dua lainnya ada di Pulau Breueh yaitu Mukim Pulo Breueh Utara dan Mukim Pulo Breueh Selatan. Jarak dari Banda Aceh ke Pulau Breuh 32,6 km sedangkan melalui Kota Jantho, Aceh Besar dengan jarak 52,6 km. Pada tahun 2015 jumlah penduduk di Kecamatan Pulau Aceh sebanyak 4.315 jiwa dengan 2.325 jiwa laki-laki dan 1.990 jiwa perempuan. masyarakat di Kecamatan Pulau Aceh kebanyakan berprofesi sebagai Nelayan. 

Boat yang menuju ke Pulau Breueh

Akses menuju ke Pulau Breueh dengan menaiki kapal atau boat nelayan dari pelabuhan Lampulo.  Ada dua boat yang menuju ke Pulau Breueh setiap harinya kecuali hari Jum'at, boat tersebut berangkat pukul 14.00 dari pelabuhan Lampulo, namun jangan salah boat tersebut mendarat didermaga yang berbeda, satu di Seurapong dan lainnya di Lampuyang. Ada satu lagi boat atau kapal yang menuju ke Pulau Breueh tapi hanya beroperasi dua minggu sekali dan berlabuh didermaga gampong Meulinge. 

Biaya perjalanan sebesar Rp 25.000 per orang, namun jika teman-teman ada yang membawa sepeda motor harus membayar lagi jasa angkut sepeda motor kedalam boat sebanyak Rp 20.000, kemudian biaya sepeda motor didalam boat sebesar Rp 25.000 dan biaya menurunkan motor sesudah sampai tujuan sebesar Rp 20.000. Selain sebagai boat transportasi, boat ini juga mengangkut barang dan kebutuhan-kebutuhan pokok masyarakat Pulau Breueh yang berasal dari Banda Aceh. 


Barang-barang kebutuhan pokok yang dibawa dari Banda Aceh

Tapi pada tahun 2020, ada berita baik untuk masyarakat di Pulau Breueh maupun bagi yang ingin berkunjung kesana, karena sudah ada kapal penyebrangan yang menuju ke pelabuhan Seurapong, kapal ini hanya berlayar pada hari Kamis dan Sabtu, kapal berangkat pukul 07.00 wib dari pelabuhan Ulee Lheu dan 10.30 wib dari pelabuhan Seurapong. Hanya saja pelayaran kapal ini tergantung pada cuaca dan pasang surut serta kondisi angin, karena disebabkan pelabuhan yang berada di kawasan terumbu karang, sehingga sangat riskan untuk merusak terumbu karang yang ada disekitar pelabuhan. 

Pertama kali berlayar menuju Pulau Breuh mungkin kita akan dikejutkan dengan ombak yang begitu tinggi pada saat memasuki selat antara Pulau Breueuh dan Pulau Nasi, mungkin untuk yang sebelumnya belum pernah naik kapal akan panik karena mengira ombaknya yang tidak bagus untuk berlayar, berbeda halnya dengan mereka yang sudah sering bolak-balik ke Pulau Breueh mereka bakalan santai-santai saja duduk diatas kapal dan melihat pemandangan sekeling dengan hamparan laut biru yang begitu memanjakan mata. 

Untuk menuju ke Pulau Breueh sangat disarankan untuk membawa kendaraan sendiri dari Banda Aceh, karena disana sama sekali tidak ada transportasi umum, kecuali kita punya teman atau kenalan yang bersedia menjadi tour guide selama kita berada disana. atau pun kita bisa meminta bantuan kepada masyarakat disana untuk menemani kita menjelajahi Pulau Breueh dan mereka tidak akan sungkan untuk  memperlihatkan keindahan pulau Breuh.  

Sepeda motor yang terdapat didalam boat

Pulau Breueh memang memberikan sejuta pesona, belum mendarat saja kita sudah disuguhkan dengan indahnya pemandangan lautan biru yang begitu memanjakan mata. Pada saat mendarat kita akan disuguhkan dengan pemandangan bongkar muat kapal yang dilakukan oleh masyarakat pada saat boat atau kapal nelayan berlabuh. Pendaratan pertama kita ada di Gampong Gugop, pemandangan digampong ini sama halnya dengan pemandangan gampong pesisir yang kebanyakan ada di Aceh, aktifitas nelayan menjadi hal pertama yang akan kita lihat. 

Aktifitas di Pelabuhan Seurapong

Setelah lelah mengarungi lautan dan samudera hal pertam yang kita butuhkan adalah istirahat, tidak perlu sibuk-sibuk mencari tempat menginap, karena di Gampong Gugop sudah ada penginapan yang dikelola oleh LEPA (Lembaga Ekowisata Pulau Aceh). Lembaga ini dikelola oleh masyarakat sekitar yang hasilnya akan digunakan untuk pengelolaan wisata bahari di Pulau Aceh. Untuk makanan sendiri, biasanya akan disediakan oleh warga ditempat kita menginap dengan terlebih dahulu konfirmasi kepada mereka, karena disana kita tidak akan bisa menemukan warung nasi, pilihan alternatif lainnya dengan membawa makanan sendiri dari Banda Aceh, sedangkan untuk kios-kios kecil yang menjual jajanan sudah ada disana, jadi tidak perlu risau jika perut masih lapar dan butuh cemilan. Buat kamu yang tidak bisa jauh dari kopi tenang saja, disana juga sudah banyak tersedia warung-warung kopi khas Aceh yang siap memanjakan lidah kamu. 

Salah satu kamar penginapan LEPA

Suasana malam disini kita akan bisa mendengar suara deburan ombak yang begitu menenangkan karena penginapan yang tidak begitu jauh dari pantai, selain suara ombak kita juga akan ditemani oleh kerlap-kerlipnya bintang dimalam hari. Pulau Breueh menjadi tempat yang paling cocok untuk kamu yang ingin menikmati alam dan berhenti sejenak dari sibuknya suasa perkotaan. Kita akan dibuat tenang dengan segala yang ada di sini

Puas menikmati suasana malam hari, keesokan paginya kita bisa menikmati suasana pantai di Pulau Breueh. Pantai di Pulau Breueh masih sepi dari pengunjung, kebanyakan yang datang kepantai hanya wisatawan yang berkunjung kesini. Mayoritas masyarakat di Pulau Breueh berkunjung kepantai hanya pada hari-hari sebelum H-1 lebaran atau hari besar islam lainnya. 

Salah satu pantai yang ada di Pulau Breueh

Salah satu tempat wisata yang wajib untuk dikunjungi adalah benteng William Toren. Benteng peninggalan Belanda yang usianya hampir satu abad ini mampu menghipnotis mata setiap pengunjung yang kesana. Perjalanan ke benteng memerlukan waktu kurang lebih 2 jam dari Gampong Gugop dengan menggunakan sepeda motor, dalam perjalanan kita juga harus ekstra hati-hati karena jalan yang berliku dan belum sepenuhnya diaspal. Lelahnya perjalanan ke benteng akan terbayar dengan indahnya pemandangan alam yang disuguhkan dari atas mercusuar. Mercusuar ini sampai sekarang masih berfungsi dengan baik dan digunangakan sebagai penerangan untuk kapal-kapal yang melintasi Samudera Hindia.

Mercusuar William Torren (foto: Travel Okezone)

Lelah menikmati setiap sudut pemandangan di Pulau Breueh seperti tidak pernah terasa karena begitu banyak hal yang bisa kita nikmati dan memanjakan mata. Tempat ini sangat cocok untuk kita yang mau mengisi liburan dengan jauh dari kehidupan kota. Liburan ke Pulau Breueh sangat cocok untuk mereka yang suka liburan ala backpaker.